Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
cover
Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu Prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Timur
FORESTIER, HubertGustaf SiraitDaniel PerretIda Budipranoto

Edition
-
ISBN/ISSN
978-979-91-0064-1
Collation
314 hlm; 29,7 cm
Series Title
Seri Terjemahan Arkeologi No. 7
Call Number
930.1 FOR r

Edition
-
ISBN/ISSN
978-979-91-0064-1
Collation
314 hlm; 29,7 cm
Series Title
Seri Terjemahan Arkeologi No. 7
Call Number
930.1 FOR r
Availability2
Add to basket
View DetailCite

Search Result

Found 1 from your keywords: Author : FORESTIER, Hubert
Query took 0.00056 second(s) to complete
XML ResultJSON Result

Suggestion
image
Peutjoet (Kerkhof) : dahulu, kini dan nanti
HAMDANI, Nasrul
image
Aksesibilitas tenurial dan tradisi pengelolaan lahan sawah dataran tinggi di Krayan
Tutup Kuncoro - MOCH ANDRI WP
image
Mineralogi
ISBANDI, Djoko
image
Berkala Vol.36 No.2 - November 2016 : The Continuing Tradition of Austronesian Culture at Lima Puluh Koto West Sumatera, Primata Besar di Jawa Spesimen Baru Gigantopithecus dari Semedo, Kontribusi hasil penelitian arkeologi dalam program "Kebhinekaan sebagai Pemersatu Bangsa" studi kasus pada situs kubur prasejarah di Pantai Utara Jawa Tengah, Pengaruh Megalitik di situs-situs Pertanahan Tradisional Masa Kolonial awal di Maluku, Benteng Van Den Bosh Ngawi Temuan Artefaktual sebagai cerminan alat-alat kebutuhan sehari-hari,
Rr. triwurjani - Harry Widianto - Sofwan Noerwidi - Muhammad Chawari - SISWANTO - KASNOWIHARDJO, Gunadi - Syahrudin Mansyur
image
Modul Manajemen Kas
Kementerian Keuangan RI
Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search