Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Studi etnozoologi gajah asia (Elephas maximus) pada relief jataka candi Borobudur sebagai buku referensi

BUKU

Studi etnozoologi gajah asia (Elephas maximus) pada relief jataka candi Borobudur sebagai buku referensi

Fathan Abiyyu Pakarti Almay - Personal Name;

STUDI ETNOZOOLOGI GAJAH ASIA (Elephas maximus) PADA RELIEF JATAKA CANDI BOROBUDUR SEBAGAI BUKU REFERENSI
Fathan Abiyyu Pakarti Almay

Latar belakang penelitian ini adanya representasi gajah asia (Elephas maximus) pada relief Jataka Candi Borobudur dan pesan yang terkandung dalam setiap relief yamh belum diketahui oleh Masyarakat umum secara spesifik dan belum adanya penelitian mengenai etnozoologi gajah asia, serta adanya ancaman terhadap konservasi gajah asia. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian etnografi yang memuat informasi serta dokumentasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Masyarakat dengan gajah asia pada masa lalu sebagai studi etnozoologi gajah asia di relief Jataka Candi Borobudur serta menganalisis kelayakan buku referensi berbasis studi etnozoologi terhadap gajah asia (Elephas maximus). Pengembangan produk berupa buku referensi yang diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan Masyarakat mengenai hubungan manusia dan gajah asia di relief Jataka Candi Borobudur serta sebagai sumber informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa penelitian etnografi dan R&D (Research And Development) model 4D. penelitian etnografi digunakan untuk mengetahui hubungan manusia dengan gajah asia sebagai studi etnozoologi. Buku referensi yang dikembangkan menggunakan metode penelitian R&D (Research And Development) model 4D yang dibatasi hingga tahap Develop.
Subjek pada penelitian ini mencakup petugas balai konservasi Borobudur, petugas kebun Binatang, Masyarakat Magelang, gajah asia di kebun Binatang dan gajah asia yang tergambar pada relief Jataka Candi Borobudur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi di relief dan di kebun Binatang, serta wawancara terhadap narasumber terkait. Teknik analysis data menggunakan deskriptif kualitatif pada hasil observasi dan wawancara, serta uji validitas buku referensi pada hasil angket yang diberikan dan dianalisis menggunakan rumus yang telah ditentukan. Hasil penelitian ini menunjukkan jika gajah asia muncul sebnayak 18 kali di berbagai langkan Jataka Candi Borobudur dengan proporsi kemiripan yang tinggi sebesar 99,92% dibandingkan gajah asia di nyata. Pengembangan buku referensi termasuk ke dalam kategori sangat layak digunakan. Hal ini dapat dibuktikan demgam adanya presentase kevalidan ahli materi sebesar 86,25% dan ahli media 82,67%. Selain itu, persentase kelayakan buku referensi oleh tujuh responden sebesar 91,65% pada kategori sangat layak dugunakan.


Availability
SK0120SK 930.1 ALM sPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
SK 930.1 ALM s
Publisher
Magelang : ., 2025
Collation
xiv, 192 hlm, 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
SK 930.1 ALM s
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Fathan Abiyyu Pakarti Almay
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search