THESIS
Pengembangan Bahan Konsolidan untuk Konservasi Tulang yang rapuh
Bahan konsolidan yang selama ini digunakan untuk mengkonsolidasi temmuan tulang yang rapuh di Museum dan Cagar Budaya (Sangiran) adalah larutan paraloid yang tidak ramah lingkungan dan bersifak toksik terhadap manusia. Penelitian ini mencoba mengembangkan bahan-bahan alam yang berbasis hewani yaitu animal glue (anchor dan gelatin), shellac dan kitosan yang lebih ramah lingkungan serta memiliki kompatibilitas teehadap tulang. Bahan-bahan tersebut berpotensi dapat digunakan sebagai bahan konsolidan alternatif untuk mengkondisikan tulang yang rapuh di museum.
Berdasarkan hasil uji kompatibilitas bahan dengan tulang melalui pengujian ikatan kimiawi pada sampel dengan menggunakan spektrofotometer FTIR dapat diketahui bahwa keberadaan bahan-bahan konsolidan di dalam tulang tidak mengubah komposisi kimia tulang. Kompatibilitas bahan terhadap tulang kemungkinan dapat mempengaruhi hasil analisis DNA, namun dalam studi ini tidak dilakukan penelitian tentang pengaruh bahan terhadap DNA pada tulang. Hasil uji kuat tekan Universal Testing Machine 9UTM) dapat diketahui bahwa gelatin memiliki nilai kuat tekan yang paling tinggi. Hasil uji morfologi tulang menggunakan SEM menunjukkan bahwa semua bahan dapat mengisi pori-pori tulang. hasil uji perubahan warna menggunakan spektrofotometer UV-Visibel menunjukkan bahwa semua bahan dapat mengakibatkan perubahan warna.
Diantara semua bahan yang diujicobakan dalam penelitian, larutan gelatin 3 % merupakan larutan konsolidan yang paling optimum yang dapat digunakan sebagai bahan konsolidan alternatif untuk mengkonsolidasi alternatif untuk mengkonsolidasi tulang yang rapuh meskipun masih sedikit menyebabkan perubahan warna. Penelitian lebih lanjut diperlukan agar diketahui konsentrasi optimum dari larutan gekatin yang tidak menyebabkan perubahan warna terhadap cagar budaya
| TS0028 | TS 930.1 FAD p | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
No other version available