Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Konservasi benteng bau-bau : Kajian konservasi tiang bendera pada masjid kuno dalam benteng keraton buton di kota bau-bau tahap I

LAPORAN STUDI

Konservasi benteng bau-bau : Kajian konservasi tiang bendera pada masjid kuno dalam benteng keraton buton di kota bau-bau tahap I

SWASTIKAWATI, Ari - Personal Name; Marsis Sutopo - Personal Name; Dhanny Indra Permana - Personal Name; Pramudianto D.H. - Personal Name; Al Widyo Purwoko - Personal Name;

Benteng Keraton Buton merupakan benteng terluas dan terpanjang di dunia yang terletak di Kelurahan Melai, Kecamatan Betoambari, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Di tengah benteng terdapat sebuah Masjid Kuno Buton dan tiang bendera yang usianya seumur dengan masjid. Masjid tersebut dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton III La Sangaji Sultan Kaimuddin, yang berkuasa pada tahun 1591-1597. Saat ini kondisi tiang bendera mengalami kerusakan dan pelapukan. Olehkarena itu, Balai Konservasi Borobudur bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Makasar berinisiatif melaksanakan kegiatan kajian konservasi benteng Bau-Bau yang lebih difokuskan pada tiang bendera. Adapun tujuan kajian ini mengidentifikasi kerusakan dan pelapukan serta merumuskan penanganan konservasi tiang bendera.

Metode penelitian dalam kajian ini adalah survai dan eksprimen. Metode survai dan eksperimen tersebut dilaksanakan melalui studi referensi, observasi lapangan dan analisis laboratorium dan eksperimen dilanjutkan pengolahan dan analisis data serta merumuskan rencana penanganan konservasi.

Berdasarkan hasil survai dan analisis laboratorium diketahui seluruh material kayu telah mengalami pelapukan tingkat lanjut sehingga sebaiknya dilakukan tindakan konservasi terhadap material kayu tiang bendera. Jenis Kayu komponen tiang bendera Kesultanan Buton adalah kayu jati (Tectona grandis L.F). Struktur tiang bendera telah mengalami penurunan kekuatan sehingga perlu dilakukan tindakan rekonstruksi tiang bendera dan perkuatan struktur.Teknik dan metode perkuatan struktur ditentukan berdasarkan hasil penelitian dan kesepakatan para stakeholder. Saran berdasarkan hasil tersebut maka perlu penelitian lanjutan untuk menentukan metode konsolidasi kayu, menentukan metode aplikasi terbaik, menentukan bahan injeksi pada retakan mikro, mengetahui volume rongga kayu dengan alat vidioscope,menentukan teknik dan metode pengisian rongga kayu, modelling untuk menentukan besaran beban angin dan gempa yang dibutuhkan untuk meruntuhkan struktur tiang bendera dan menentukan metode perkuatan strukturyang paling tepat.


Availability
LS0740LS 930.1 KON kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 930.1 KON k
Publisher
Magelang : Balai Konservasi Borobudur., 2017
Collation
xi, 65 hlm.; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
LS 930.1 KON k
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
SWASTIKAWATI, Ari
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search