Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Dampak Bencana Alam Pada Sektor Pariwisata di Situs Warisan Budaya Dunia

LAPORAN STUDI

Dampak Bencana Alam Pada Sektor Pariwisata di Situs Warisan Budaya Dunia

WAHYUNINGSIH, Isni - Personal Name; Suparno - Personal Name; Riyanto P.Lambang - Personal Name; Sahir - Personal Name;

Negeri kita kaya akan sumber budaya, diantaranya benda-benda cagar alam budaya, yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dan menjadi "tambang emas" pariwisata. Benda-benda hasil karya nenek moyang kita tersebut telah diakui sebagai warisan budaya dunia seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Situs Sangiran. Namun posisi geologisnya yang labil, bumi pertiwi rentan terhadap bencana alam.

Bertubi-tubi negeri kita diterpa bencana baik yang disebabkan oleh faktor manusia, seperti kebakaran hutan, pesawat jatuh, peledakan bom, maupun oleh alam seperti banjir, erupsi gunung berapi, gempa, tsunami sampai semburan lumpur panas. Gempa bumi 27 Mei 2006 dan erupsi Gunung Merapi, meluluhlantahkanbenda cagar budaya di situs warisan budaya dunia seperti di Kompleks Candi Prambanan dan candi-candi di sekitarnya, seperti : Candi Plaosan, Ratu Boko, Candi Sewu dan Candi Ijo. Begitu pula dengan BCB dari masa yang lebih muda seperti : Kraton Yogyakarta, Kotagede, dan Tamansari.

Pada Kompleks Candi Prambanan, 3 candi utama yakni Brahma, Siwa, dan Wisnu semuanya rusak, termasuk candi pendamping, yaitu Angsa, Nandi dan Garuda. Tetapi yang paling parah kerusakannya adalah Candi Brahma, mahkota kemuncaknya runtuh, teras pintu masuk ke ruang candi ambrol menutupi pintu candi. Candi Syiwa yang bangunannya paling besar, retak di berbagai tempat bahkan tubuh bagian tengah Candi Syiwa bergeser beberapa centimeter. Begitu pula Candi Angsa, Nandi dan Garuda, bagian puncaknya miring dan terancam jatuh. Batu-batu dari reruntuhan candi berserakan di pelataran. Gapura halaman satu sisi barat, gapura halaman tiga sisi selatan mengalami kerusakan berat. Candi Borobudur dan Situs Sangiran selamat dari bencana tersebut, hannya saja Candi Borobudur sempat terkena hujan abu saat erupsi Merapi.

Merosotnya wisatawan tersebut membawa dampak yang cukup besar pada komponen-komponen pariwisata, diantaranya komponen ekonomi seperti menurunnya pendapatan serta kesejahteraan, pengelola (PT. Taman Wisata), masyarakat sekitar situs warisan budaya dunia yang berprofesi sebagai guide, juru potret, tukang parkir, pedagang cinderamata, warung makan, penginapan, pedagang asongan, dan lain sebagainya. Dampak sosial berupa timbulnya rasa solidaritas terhadap sesama pelaku pariwisata (dampak positif) dan dampak negatif dampak psikologis (trauma) bagi para wisatawan maupun pelaku pariwisata di situs warisan budaya dunia serta kemungkinan meningkatnya kriminalitas karena tekanan ekonomi di sekitarnya (dampak negatif). Dampak budaya seperti rusak dan musnahnya benda cagar budaya yang berguna bagi ilmu pengetahuan, arkeologi, sejarah dan budaya bangsa kita.


Availability
LS0210LS 910.2 WAH dPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 910.2 WAH d
Publisher
Magelang : BALAI KONSERVASI PENINGGALAN BOROBUDUR., 2006
Collation
ii, 53 hlm; 29 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
910.2
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
PARIWISATA
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search