SKRIPSI
Uji efektifitas minyak atsiri cengkeh untuk menghambat pertumbuhan lumut kerak (lichenes) pada cagar budaya batu
Telah dilakukan penelitian tentang efektifitas minyak atsiri cengkeh untuk menghambat pertumbuhan lumut kerak (lichenes) pada benda cagar batu.
Minyak atsiri daun cengkeh dibuat ke dalam larutan uji konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, dan 25% menggunakan pelarut tween 80 9% + aquades, dimana tween 80 merupakan surfaktan untuk menurunkan tegangan permukaan antara minyak dengan aquades. Lumut kerak (lichenes) yang merupakan simbiosis mutualisme antara jamur dan ganggang (alga), dikerik secara steril dari substrat batu kemudian jamur dari lichenes ditumbuhkan pada media PDA. Jenis dari jamur dianalisis menggunakan mikroskop dan Scanning Electron Microscope (SEM). Larutan uji digunakan untuk uji antijamur pada biakan jamur yang telah didapatkan dari lumut kerak menggunakan metode difusi dan secara lapangan, dimana substrat batu dianalisis sebelum dan sesudah aplikasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri pada konsentrasi 1, 5, 10, 15, 15% dapat menghambat pertumbuhan jamur dari lumut kerak (lichenes) dengan memberikan efek penghambatan pada uji antijamur menggunakan metode difusi. Diameter zona hambatan pada masing-masing konsentrasi sebesar 5,5 mm, 7,0 mm, 12 mm, 20 mm, 23 mm. Jamur lumut kerak diidentifikasi merupakan keluarga Penicillium sp. Sedangkan pada uji lapangan, masing-masing dari larutan uji konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, dan 25% juga memberikan efek penghambatan dimana setelah aplikasi permukaan lumut kerak menjadi layu, berubah warna dan kering. Konsentrasi optimum dari larutan uji yang digunakan untuk penelitian adalah konsentrasi 25%.
Kata kunci: lumut kerak, minyak atsiri, daun cengkeh
| SK0065 | SK 674.3 IND u | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
| SK0101 | SK 674.3 IND u | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur | Available |
No other version available