Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Perubahan Lansekap Budaya Di Kawasan Strategis Nasional Borobudur Berdasarkan Kajian Penggunaan Lahan Tahun 2005-2015

THESIS

Perubahan Lansekap Budaya Di Kawasan Strategis Nasional Borobudur Berdasarkan Kajian Penggunaan Lahan Tahun 2005-2015

EKARINI, Fransiska Dian - Personal Name;

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan lansekap budaya, terutama dilihat dari perubahan penggunaan lahan oleh masyarakat. Pertanyaan penelitian adalah seberapa besar laju perubahan penggunaan lahan, pola distribusi dan pola pemanfaatan lahan permukiman di Kawasan Startegis Nasional Borobduur terutama di wilayah Subkawasan Pelestarian 1 (SP-1) tahun 2005-2015. Selain itu, juga melihat kesesuaian penggunaan lahan dengan regulasi yang ada yaitu Masterplan JICA, RTWA Kabupaten magelang dan Perpres Nomor 58 Tahun 2014. Data yang digunakan berupa citra satelit Quickbird tahu 2015, 2009 dan citra Google Earth 2015 serta pengolahan data menggunakan sistem informasi geografis (GIS) dengan software ArcGIS.
Pada periode waktu 2005-2009 penggunaan lahan pertanian yang meliputi sawah, kebun dan tegalan mengalami penurunan luas masing-masing sebesar 5,45 ha/th (sawah), 2,33 ha/th (kebun) dan 2,97 ha/th (tegalan). Di sisi lain perkembangan lahan terbangun yaitu permukiman meningkat sebesar 4,62 ha/th. Pada periode 2009-2015 laju penurunan lahan sawah dan tegalan masing-masing sebesar 1,24 ha/th dan 6,87 ha/th. Lahan yang berubah menjadi permukiman meningkat menjadi 5,06 ha/th. Hal ini menunjukkan bahwa semakin hari semakin tingginya permintaan akan lahan untuk permukiman. Pola distribusi lahan permukiman yang tumbuh selama 10 tahun terakhir (2005-2015) di kawasan Strategis Nasional berpusat pada radius 3 km dari pusat Candi Borobudur. Candi Borobudur menjadi pusat pertumbuhan permukiman baru bagi daerah sekitarnya. Pola pemanfaatan lahan permukiman oleh masyarakat di KSN Borobudur terutama di jalan koridor Palbapang didominasi untuk perdagangan yaitu pertokoan/ruko, rumah makan dan hotel. Pemanfaatan lahan permukiman di daerah dekat Candi Borobduur sebagian digunakan untuk rumah tinggal dan jasa (gedung sekolah) serta perdagangan (ruko,warung) bagi yang berada di pinggir jalan. Sedangkan yang ada di pedesaan sekitar Candi Borobudur digunakan masyarakat sebagai tempat tinggal dan perdagangan khususnya hotel-hotel dan homestay banyak dibangun di lingkungan pedesaan untuk mendukung kegiatan pariwisata yaitu tempat menginap turis-turis asing.
Penggunaan lahan di wilayah SP-1 KSN Borobduur masih mengindikasikan kesesuaian yang tinggi artinya perubahan penggunaan lahan yang terjadi belum banyak menyimpang dari aturan yang ada. Halini ditunjukkan dengan persentase kesesuaian penggunaan lahan sebesar 91,5% terhadap RTRW Kabupaten Magelang dan 96,6% terhadap Perpres Nomor 58 tahun 2014. Walaupun secara umum penggunaan lahan di wilayah SP-1 KSN Borobudur masih sesuai dengan aturan yang ada namun terdapat kecenderungan bahwa lahan pertanian semakin lama semkain berkurang sedangkan lahan permukiman semakin meningkat.


Availability
TS0021TS 930.1 EKA pPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TS 930.1 EKA p
Publisher
YOGYAKARTA : Universitas Gadjah Mada., 2016
Collation
xx, 165 hlm; 30 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
TS 930.1 EKA p
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search