Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Analisis kadar timbal dalam air bak kontrol dan air rembesan di candi Borobudur dengan metode adisi standar secara spektrofotometri erapan atom (SSA)

TUGAS AKHIR

Analisis kadar timbal dalam air bak kontrol dan air rembesan di candi Borobudur dengan metode adisi standar secara spektrofotometri erapan atom (SSA)

SUKARNO, Nur Syarifah - Personal Name;

Candi Borobudur merupakan salah satu peninggalan umat Buddha yang harus tetap dilestarikan agar tetap eksis di dunia. Bila dilihat letak geografis candi Borobudur dan berdasarkan hasil evaluasi data iklim tahunan, khususnya tentang curah hujan, wilayah Borobudur termasuk dalam kategori iklim basah yakni merupakan daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi dengan nilai rata-rata tiap bulan mencapai 183 mm. Adanya curah hujan yang cukup tinggi tersebut akan membawa pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap benda cagar budaya yang berada di alam terbuka seperti halnya candi Borobudur. Pengaruh tersebut dapat berupa semakin tinggi tingkat kelembaban dan juga adanya unsur-unsur bawaan maupun yang terlarut oleh air hujan yang dapat bersifat korosif terhadap batuan.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Balai Konserasi Borobudur untuk mengatasi maslah tersebut adalah dengan penggunaan lapisan timbal pada lapisan kedap air di bawah relief-relief setinggi lorong untuk mencegah perembesan air ke permukaan batuan. Penggunaan timbal dalam konstruksi candi Borobudur berpotensi menimbulkan pencemaran. Timbal terlarut ini dapat terbawa aliran air dan masuk ke sistem saluran air yang berakhir di bak kontrol sebelum dibuang ke lingkungan.
Praktik kerja lapangan kali ini menggunakan sampel air bak kontrol dan air rembesan dari candi Borobudur. Bak kontrol yang diambil sampel yaitu bak kontrol U1 dan U2, sedangkan air rembesan dinding candi mengambil sampel S1, T2i, T2j. Membuat larutan standar dari larutan induk Pb yang nantinya digunakan untuk membuat kurva standar Pb. Setelah mendapatkan kurva standar Pb maka dapat mencari konsentrasi timbal yang terlarut dalam tiap sampel. Penelitian ini selain mencari konsentrasi dari timbal yang terlarut dalam sampel juga mencari limit deteksi tiap sampel.
Dalam hal ini, untuk mengetahui kandungan logam berat timbal dalam bak kontrol an air rembesan pada dinding candi menggunkan metode adisi standar kemudian diukur dengan alat Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Metode ini bersumber dari SNI air dan air limbah (6989.8:2009) : Cara uji timbal (Pb) secara Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) – nyala. Metode ini merupakan metode standar yang telah divalidasi oleh Badan Standarisas Nasional. Untuk mendapatkan validitas hasil pengujian yang menggunakan metode standar dapat dilakukan dengan revalidasi atau verifikasi metode. Verifikasi metode merupakan proses untuk mendapatkan informasi penting untuk menilai kemampuan dan kelemahan dari metode yang digunakan. Pengembangan metode ini dilakukan untuk menentukan kadar timbal terlarut dalam bak kontrol dan air rembesan pada dinding candi.


Availability
TA0059TA 544.9 SUK aPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
TA 544.9 SUK a
Publisher
YOGYAKARTA : Universitas Negeri Yogyakarta., 2015
Collation
xi, 43 hlm; 29 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
SUKARNO, Nur Syarifah
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search