LAPORAN STUDI
Laporan Studi Teknis Muara Takus Bidang Tehno Arkeologi (14 Nopember - 4 Desember 1983)
Kondisi bangunan di dalam gugusan candi Mahligai pada umumnya sudah mengalami kerusakan yang cukup parah, bukan saja menyangkut konstruksi bangunannaya tetapi menyangkut juga bahannya. Disamping itu banyak komponen bangunan asli khususnya bata kulit yang rusak dan hilang. Sehingga bentuk selengkapnya maisng-masing bangunan sudah tidak diketahui dengan jelas.
Dengan berpegang pada prinsip pemugaran, bahwa setiap pelaksanaan pemugaran bangunan peninggalan sejarah dan purbakala harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, baik teknis maupun arkeologis, maka untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya kerusakan lebih lanjut, dari segi teknis semua bangunan yang berada di dalam gugusan candi mahligai perlu dipugar secara keseluruhan. Di dalam pemugaran nantinya dipandang perlu diberikan konstruksi perkuatan yang dipasang di bagian dalam tubuh setiap bangunan.
Dalam kaitannya dengan usaha pengembalian bangunan ke dalam bentuk semula, hanya dapat dilakukan sampai pada bentuk yang masih tersisa sekarang. Sehingga tujuan pemugaran nantinya bukanlah suatu pemugaran selengkapnya dari pada keadaan alsinya, melainkan mempertahankan apa yang masih tersisa sekarang, serta beberapa penggantian bahan asli yang tidak mungkin dipasang lagi dan penambahan bahan baru yang dipasang pada bagian-bagian yang hilang dengan berdasarkan contoh yang dapat dipertanggung jawabkan secara arkeologis.
| LS0572 | 930.1 LAP l | Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B) | Available |
No other version available