Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Studi Konservasi tentang Hidrologi Situs Candi Ngawen

LAPORAN STUDI

Studi Konservasi tentang Hidrologi Situs Candi Ngawen

JM.KUSSUNARTINI dkk - Personal Name;

Genangan terjadi karena permukaan air tanah naik, disebabkan oleh endapan vulkanik hasil letusan gunung Merapi Tua yang menutup halaman candi lama (asli). Kedalaman air tanah di daerah Ngawen amat dangkal yaitu kurang lebih 0,70 m (kurang 7 m dari permukaan tanah), hal ini dapat dilihat pada kedalaman sumur penduduk.

Daerah Ngawen merupakan daerah reservoir air yang baik, sebab itu daerah ini mempunyai sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Yang paling berpengaruh terhadap keberadaan air genangan adalah air yang berasal dari mata air tanah, hal ini disebabkan oleh ketinggian air genangan di musim penghujan maupun kemarau hampir sama.


Availability
LS0062LS 551.48 KUS sPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0063LS 551.48 KUS sPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0566LS 551.48 KUS sPerpustakaan Balai Konservasi Borobudur (B)Available
LS0795LS 551.48 KUS sPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 551.48 KUS s
Publisher
Magelang : Balai Studi dan Konservasi Borobudur., 1994
Collation
24 hlm; 28 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
551.48
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Hidrologi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search