Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kajian Pengaruh Abu Vulkanik Terhadap Batu Candi Borobudur

BUKU

Kajian Pengaruh Abu Vulkanik Terhadap Batu Candi Borobudur

CAHYANDARU, Nahar - Personal Name; Ari Swastikawati - Personal Name; Henny Kusumawati - Personal Name;

Candi Borobudur berada di kawasan yang dikelilingi oleh gunung berapi, salah satunya yang sangat aktif adalah gunung Gunung Merapi. Erupsi besar yang terjadi pada Oktober - November 2010 menghasilkan material erupsi yang sangat banyak, salah satunya abu vulkanik yang terbang sampai jarak yang jauh termasuk menutupi kawasan Borobudur. Abu vulkanik yang menutupi Candi Borobudur dari tahun 2010 secara umum telah berhasil dibersihkan. Sisa abu vulkanik yang telah masuk ke sela-sela batu dan saluran drainase juga telah diganti. Namun masih diperlukan kajian untuk mengetahui dampak yang terjadi maupun yang kemungkinan dapat terjadi di masa yang akan datang. Tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan studi ini adalah untuk mengetahui dampak abu vulkanik secara langsung terhadap candi yang diobservasi secara visual, mengetahui dampak abu vulkanik yang diobservasi pada permukaan batu yang dibiarkan tertutup abu vulkanik, dan untuk mengetahui dampak abu vulkanik terhadap perubahan mineralogi dan kimiawi batu andesit di laboratorium, serta untuk mengetahui dampak aktivitas gunung berapi terhadap beberapa cagar budaya berbahan batu andesit.

Metode yang dilaksanakan meliputi beberapa tahap, meliputi pengamatan dampak abu vulkanik terhadap permukaan batu candi secara visual langsung, pengamatan batu yang dibiarkan tertutup abu vulkanik, percobaan laboratorium dengan perendaman batu dalam larutan abu vulkanik dan larutan asam sulfat untuk simulasi, dan analisis laboratorium, serta studi banding ke beberapa candi yang pernah terkena dampak langsung material vulkanik.

Kesimpulan yang dapat diambil dari kajian ini adalah permukaan batu Candi Borobudur yang diobservasi secara visual tidak mengalami perubahan yang siginifikan akibat dampak erupsi Gunung Merapi. Permukaan batu yang dibiarkan tertutup abu vulkanik setelah diobservasi menunjukkan tidak mengalami perubahan kenampakan, warna, maupun kekerasan permukaan setelah observasi 6 bulan dan 12 bulan. Hasil simulasi di laboratorium dengan cara nerendam sampel batu andesit dalam larutan abu vulkanik menunjukkan tidak mengalami perubahan yang siginifkan secara mikroskopis, kimia, dan petrogafi (mineralogi). Simulasi dengan larutan asam sulfat berbagai konsentrasi menunjukkan batu mengalami perubahan kimia, mikroskopis, dan mineralogi pada pH 3, dan mulai menampilkan perubahan pada pH 4. Pada pH di atas 4 serta dalam larutan abu vulkanik tidak mengalami perubahan. Hasil observasi lapangan terhadap beberapa candi yang pernah terkena dampak material erupsi gunung merapi menunjukkan tidak adanya dampak pelapukan material yang signifikan.


Availability
LS0547LS 930.1 CAH kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0612LS 930.1 CAH kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0672LS 930.1 CAH kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurAvailable
LS0818LS 930.1 CAH kPerpustakaan Balai Konservasi BorobudurCurrently On Loan (Due on2023-11-29)
Detail Information
Series Title
-
Call Number
LS 930.1 CAH k
Publisher
Magelang : BALAI KONSERVASI PENINGGALAN BOROBUDUR., 2011
Collation
x, 43 hlm; 30 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
930.1
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Arkeologi
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
CAHYANDARU, Nahar
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search