Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}

No Result


Please try again

Search Result

Found 0 from your keywords: Author : SULISTYANINGSIH, Dwi
Query took 0.00044 second(s) to complete
XML ResultJSON Result

Suggestion
image
Recommendation on International Principles Applicable to Archaeological Excavations, Adopted by The General Conference at its Ninth Session, New Delhi, 5 December 1959
Unesco
image
Korakora menyusuri cakrawala warisan budaya edisi I tahun 2014 : benteng oranje riwayatmu dulu, kota tua batavia masalah pelindungan, arkeowisata alat pelestari cagar budaya, mungkinkah?, perspektif arkeologi papua new guinea dalam penelitian arkeologi papua, nilai penting kawasan prasejarah maimai kabupaten kaimana papua barat, selayang pandang tinggalan kolonial di halmahera selatan, tinggalan kolonial di kepulauan sula, pemugaran benteng torre di kota tidore kepulauan
Ujon Sujana - Nadrah
image
A Report On Restoration of Monuments and The Make Use of Computer in Restoration Projects
SUNGHITAKUL, Arak
image
Report On Restoration Of Monuments and The Make Use Of Computer In Restoration Projects
SUNGHITAKUL, Arak
image
Batu Talempong Nagari Talang Anau
BAHAR, Yusfa Hendra
Perpustakaan Balai Konservasi Borobudur
  • Information
  • Services
  • Librarian Login
  • Member Area

About Us

Pada awalnya Balai Konservasi Borobudur bernama Balai Studi dan Konservasi Borobudur yang berdiri tahun 1991. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi Balai Konservasi Peninggalan Borobudur berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.40/OT.001/MKP-2006 tanggal 7 September 2006.

Balai Studi dan Konservasi Borobudur dan Balai Konservasi Peninggalan Borobudur merupakan lembaga khusus yang menangani Candi Borobudur yang telah selesai dipugar memerlukan perawatan, pengamatan dan penelitian berkelanjutan.

Pada tahun 2012, lembaga ini kembali berubah nama menjadi Balai Konservasi Borobudur dan berfungsi sebagai pusat konservasi dan pemugaran cagar budaya seluruh Indonesia di samping menangani Warisan Dunia (World Heritage) Candi Borobudur.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS. . .
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search